Indonesia terkenal
dengan segudang koleksi mahluk-mahluk halus yang gentayangan
dimana-mana. Ada pocong, kuntilanak, dedemit, tuyul, genderuwo, siluman,
jin, peri yang bahkan di zaman informatika ini sering nampang di
televisi dan mengunggah video dirinya di YouTube. Apakah di dalam ranah
perhantuan ini Indonesia boleh menepuk dada sebagai juara? Ternyata
tidak juga. Survei membuktikan bahwa di dunia Barat, populasi mahluk
halus ini jauh melampaui baik dari segi kualitas, kuantitas maupun
diversifikasinya. Di dunia Barat, selain ada hantu yang jahat dan
mengerikan, ada pula hantu yang gemar bersenggama dengan manusia, ada
hantu yang cantik dan telanjang, ada hantu yang bisa jadi kembaran diri
kita, ada hantu yang gemar bikin kegaduhan di dalam rumah dengan
melempar-lempar peralatan dapur, dan ada juga yang hobi merapikan rumah
yang berantakan. Berikut biodata mereka yang dipaparkan bukan untuk
membuat kita menjadi pemuja setan, tapi untuk menambah wawasan bahasa
Inggris kita.
Perkenalan selanjutnya adalah dengan hantu yang masuk dalam keluarga sprite (entah mengapa minuman ringan atau softdrink juga dinamai Sprite). Sprite ini diambil dari kata spirit yang bermakna ’mahluk halus’. Termasuk dalam keluarga besar sprite ini adalah elf, fairy, pixies, gnomes, leprechaun. Hantu ini mempunyai sosok mahluk yang kecil, mempunyai daun telinga yang runcing (pointed ears)
dan senang mengganggu dan mengusili manusia. Di dalam bahasa kita dia
dinamakan ’kurcaci’ (entah juga kenapa kurcaci dipakai untuk merujuk
kepada pramuka anak-anak). Sprite ini ada yang hidup di dalam kolam dan menjadi juru kunci di situ dan dinamakan nymph. Dalam banyak mitologi nymph
ini digambarkan sebagai perawan cantik tanpa busana yang senang
bercengkerama di atas daun teratai yang besar. Karena perangainya yang
lepas bebas dalam memancarkan seksualitasnya, maka dalam terminologi
psikologi ada kata nymphomania yaitu kelainan
hiperseksual, di mana seseorang melakukan aktivitas seksual yang
berlebihan seperti melakukan masturbasi setiap hari.
Gnome yang juga diberi nama goblin, brownie (bukan nama kue) adalah mahluk halus yang berpenampilan mirip dengan tuyul. Namun kalau tuyul dalam legenda kita, gemar mencuri di rumah yang disatroninya, maka goblin ini gemar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dia tidak suka dilihat oleh manusia dan bekerja pada malam hari dan sebagai imbalan si pemilik rumah cukup menyediakan makanan secukupnya (biasanya bubur atau madu) . Goblin ini tidak suka pemberian makanan ini disebut dengan ’bayaran’ (payment) dan dia akan minggat kalau pemberian makanan ini disebut dengan bayaran atau bila dia merasa sudah dimanfaatkan oleh si pemilik rumah. Fairy di bahasa kita sering dinamakan dengan peri, mempunyai kegemaran untuk menculik bayi dan menukarnya dengan bayi lain (changeling) dan untuk menangkal fairy ini maka orang akan memasang ’besi dingin’ (besi ini bak racun untuk fairy), jimat (charm) dari tanaman herbal rowan di depan pintu rumah.
Hantu mengerikan lainnya adalah mephisto yang dilukiskan dengan wajah yang horor menakutkan, dapat terbang (karena memiliki sayap seperti kelelawar). Mephisto ini menjadi tenar dari legenda Jerman Faust, dimana si Faust ini menggadaikan jiwanya (sell his soul) kepada mephisto untuk menggapai tujuannya. Hantu menakutkan lainnya dalam legenda Barat adalah Lucifer
yang konon merupakan jelmaan setan, setelah dia diusir dari taman
firdaus. Karena lekat dengan asosiasi api neraka, maka dalam bahasa
Belanda lucifer merupakan metafora dari ’korek api’. Setan yang terkenal lainnya adalah Ariel yang disebut-sebut dalam novel Shakespeare The Tempest. Ariel ini
adalah setan yang dipenjarakan dalam pohon dan dibebaskan oleh tukang
tenung Prospero dengan janji dia akan berbakti menjadi kaki tangan dan
mata telinga untuk Prospero.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar