Senin, 16 Juli 2012

A Sampai Z Seputar Halloween

A Sampai Z Seputar Halloween


Perayaan yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober ini telah menjadi tradisi bagi negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Setiap tahunnya, Halloween dirayakan secara meriah oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Halloween yang identik dengan hal-hal yang berbau seram ini, biasanya dirayakan dengan berdandan dan berkostum seram serta menghias rumah mereka dengan atribut-atribut yang menyeramkan, seperti labu Jack O’Lantern, sapu terbang milik penyihir, sarang laba-laba, tengkorak, sampai peti mati ala vampir. Tidak ketinggalan, berbagai pusat perbelanjaan pun juga turut meramaikan perayaan tersebut dengan menghiasinya dengan simbol-simbol Halloween.
Asal Usul Halloween
Tradisi ini awalnya bernama festival Samhain yang dirayakan oleh bangsa Galia kuno di Irlandia saat berakhirnya musim panen. Mereka meyakini bahwa tanggal 31 Oktober tersebut, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka karena adanya pergantian dari “masa terang” (musim semi dan musim panas) ke “masa gelap” (musim gugur dan musim dingin). Menurut mereka, orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Oleh karena itu, saat festival Samhain mereka menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang hewan yang mereka sembelih sambil menggunakan kostum dan topeng menyerupai arwah jahat agar tidak diganggu oleh orang-orang yang sudah mati tersebut.
Festival Samhain ini kemudian berganti nama menjadi Halloween karena pada saat itu Gereja ingin menghentikan perayaan Samhain yang dirasa bertentangan dengan ajaran Kristiani. Halloween berasal dari kata All Hallows’ Even yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut All Saints Holy Day (Hari Raya Semua Orang Kudus) yang jatuh pada tanggal 1 November. Tetapi, walaupun nama dan perayaannya sudah diganti, Gereja tidak dapat mengubah bentuk dan tradisi dalam perayaan ini.
Simbol Halloween
Ada hal-hal yang tidak boleh terlupakan dan telah menjadi simbol dalam perayaan Halloween. Beberapa di antaranya akan dibahas satu per satu di bawah ini.

1. Kostum yang aneh dan menyeramkan
Mereka yang merayakan Halloween diharuskan menggunakan kostum yang aneh dan menyeramkan, mulai dari dandanannya sampai atribut yang digunakan. Kostum tersebut menyerupai karakter-karakter setan dari kebudayaan Barat dan hasil rekaan pembuat film Amerika dan perancan grafis, misalnya goblin, zombie, mumi, tengkorak, manusia serigala, drakula, dan karakter lainnya. Namun, sekarang kostum Halloween tidak selalu identik dengan karakter setan tetapi lebih unik dan kreatif, misalnya karakter kartun atau superhero di film.
2. Labu Jack O’Lantern
Labu kuning yang diukir membentuk wajah yang menyeramkan dan diisi dengan lilin ini menjadi hiasan yang akan selalu ada dalam perayaan Halloween. Di balik bentuknya yang unik dan seram, ada cerita yang menjelaskan mengapa labu ini menjadi terkenal dengan nama Jack O’Lantern. Cerita ini berasal dari legenda Irlandia yang menceritakan tentang seorang petani malas tetapi cerdas bernama Jack yang berhasil menipu iblis dengan salib sehingga sang iblis marah dan tidak mau menerima Jack di neraka jika ia meninggal nantinya. Namun, saat kematiaannya tiba, Jack juga tidak diterima di surga karena sikapnya yang malas dan terlalu banyak berbuat dosa. Jack kemudian membuat lentera dari turnip (sejenis lobak) yang di dalamnya terdapat liliin dan meminta api dari neraka. Lentera inilah yang menemaninya berjalan-jalan di kegelapan sambil mencari tempat peristirahatan karena ia tidak diterima di surga maupun di neraka. Nah, karena di Amerika jarang sekali menemukan turnip, akhirnya diganti dengan labu kuning yang lebih banyak dan mudah ditemui di Amerika.

3. Trick or treat!
Tradisi unik saat Halloween juga dirayakan oleh anak-anak yang berkostum aneh dan membawa keranjang , berkeliling dari satu rumah ke rumah tetangga lainnya, meminta permen atau coklat sambil berteriak “Trick or treat!”. Kalimat ini berarti jika pemilik rumah tidak memberikan “treat” atau memberikan makanan, maka mereka akan melakukan “trick” yaitu menjahili rumah yang pemiliknya pelit tersebut, misalnya dengan menghiasi pohon di depan rumahnya dengan tisu toilet atau mecoret-coret jendelanya dengan sabun.
 
      4. Buah apel
Di belahan bumi yang beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung saat musim apel. Tidak heran jika menu makanan saat perayaan Halloween didominasi oleh buah apel, seperti candy apple, apel karamel, dan minuman sari buah apel. Bahkan apel juga dijadikan sebagai permainan yang sering dimainkan saat Halloween, yaitu apple bobbing. Permainan ini dilakukan dengan mengisi bak atau baskom besar dengan air dan meletakkan apel di dalamnya. Pemain yang biasanya anak-anak berusaha untuk mengambil apel tersebut menggunakan gigi mereka dengan kedua tangan yang terikat di belakang punggung.
Artikel: wikipedia.com, berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar